Saturday, September 8, 2012

Aku Harus Jawab Apa?

Pagi Minggu....


Kesendirian menyapa pagi yang dimulai dengan kegelisahan yang sedang kucari ujungnya..
Siapa yang bicara saut sautan ditepi telingaku? Aku memicingkan mata mencari rekaan jawaban ini..
Katanya 'kau bahagia tidak?' 'kau merasa bahagia padahal kau tidak, pengecut'
Aku kenal suara itu, bukan kenal lagi, aku hafal..
Tidak apa, tak usah ku hiraukan saja, nanti dia diam sendiri...bathinku
Memang tidak ada teman cerita senyaman cermin dan bayanganmu sendiri, aku tau betul..
Mereka selalu setuju dengan yang ku katakan, meng-copy semua gerakan yang aku lakukakan, bagaimana aku bisa ragu lagi...
Kemudian aku menatap mata yang balik menatapku, ternyata dia menyanyakan pertanyaan yang sama dengan yang ada ditelingaku tadi... "Kau bahagia tidak?'
Aku meringsut menjauhi orang yang kupercaya itu, sepertinya cermin dan bayanganku mulai ragu padaku..
Aku heran, memangnya aku tampak tak bahagia ya? Iya kah itu bantal guling yang tiap malam menyaksikan ngigauanku.... Mungkin aku sedang rindu, gelisah, atau terfikirkan sesuatu dibawah nalarku
Jangan tanya aku tentang waktu. Aku terlalu takut menatapnya, dia selalu menunjukkan betapa lemahnya aku dihadapannya. Dia sudah ku-anggap sebagai musuh sejak lama.
Sekarang, hanya aku yang tau jawaban segala risau yang menjadi kelambu tidurku, aku bahagia atau tidak, mungkin sang pengembara waktupun tak tau..