Dalam jarak yang tak mampu ku gapai,
bayangmu masih dapat kusentuh.
Meskipun maya, tapi kau tetap utuh..
Tiap kenangan yang hadir disetiap inci benakku,
membuat ku semakin ingin menghadirkan wujudmu yang mampu ku rengkuh..
Tidak masalah..
Selama kita masih memimpikan hal yang sama,
jarak bisa jadi hanya spasi untuk kita,
spasi yang maha luas..
Wednesday, August 14, 2013
Wednesday, August 7, 2013
Invitasi
Barang kali kata-kataku kaku,
puisiku terlalu menjemukan,
atau aku terlalu banyak celoteh.
Biar sajalah, aku hanya butuh ditemankan.
Mari kesini, kursi kerjaku cukup untuk dibagi berdua,
kita saksikan kata demi kata tumpah bersama-sama.
Aku juga tak keberatan mendengar dengkuran,
ngigauan, atau bahkan ucapan-ucapan setengah sadar.
Aku yakin..
Tiap kali kakiku memapah terlalu tinggi, bayangmu membuat aku duduk disampingmu kembali,
Atau ketika aku sedang terlalu asyik berimajinasi, hadirmu selalu membawaku kembali ke dunia berdimensi.
Emmm...
Bersediakah kau menemaniku menulis tengah malam ini?
puisiku terlalu menjemukan,
atau aku terlalu banyak celoteh.
Biar sajalah, aku hanya butuh ditemankan.
Mari kesini, kursi kerjaku cukup untuk dibagi berdua,
kita saksikan kata demi kata tumpah bersama-sama.
Aku juga tak keberatan mendengar dengkuran,
ngigauan, atau bahkan ucapan-ucapan setengah sadar.
Aku yakin..
Tiap kali kakiku memapah terlalu tinggi, bayangmu membuat aku duduk disampingmu kembali,
Atau ketika aku sedang terlalu asyik berimajinasi, hadirmu selalu membawaku kembali ke dunia berdimensi.
Emmm...
Bersediakah kau menemaniku menulis tengah malam ini?
tertanda
orang yang meminta jantung saat kau kasih hati..
Labels:
#efek kafein
Monday, August 5, 2013
Detik yang ku hitung mundur telah habis tak tersisa,
hanya ada setumpuk kenangan yang siap di tangisi tiap gulungnya.
Raga yang tak dapat saling berdekatan,
jemari yang kini tak mampu bersentuhan,
dan rindu-rindu yang bersahutan.
Ya, kita hanya harus menerimanya,
sambil berjuang meski tertatih keletihan.
Akan ku titip rindu ini kepada seluruh semesta, yang membagi tempatnya untuk dapat kita nikmati bersama.
Selamat berjuang! Untukmu, dan kita
hanya ada setumpuk kenangan yang siap di tangisi tiap gulungnya.
Raga yang tak dapat saling berdekatan,
jemari yang kini tak mampu bersentuhan,
dan rindu-rindu yang bersahutan.
Ya, kita hanya harus menerimanya,
sambil berjuang meski tertatih keletihan.
Akan ku titip rindu ini kepada seluruh semesta, yang membagi tempatnya untuk dapat kita nikmati bersama.
Selamat berjuang! Untukmu, dan kita
Labels:
#bicarajarak
Subscribe to:
Posts (Atom)
