Betapa aku rindu rumah,
muara dari semua kasih yang aku tampung sementara dikontrakan sempit kecil yang pengap dan sesak ini.
Rumah yang membawaku tidur nyenyak bisa lebih dari 1x24 jam.
Bukan, bukan rumah yang sedang kalian bayangkan saat ini,
rumah yang disusun dari batu bata yang dilapis cat warna warni dengan jendela, pintu dan atap diatasnya.
---
Rumah yang ku maksud berkaki dua,
memiliki dua lengan kekar yang menempel di bahu sebelah kiri kanannya.
Rumah dengan senyum yang membuatku tak mampu menelan ludah hingga tersedak-sedak.
Rumah dengan pelukan yang membuatmu meringkuk lelap tak ingin terjaga bila bisa.
Betapa aku rindu rumah,
aku-rindu-rumah.
Pulanglah cepat rumah,
kontrakan sempitku mulai letih nemampungku yang bertumpang tindih dengan rindu.
Sunday, November 17, 2013
Monday, November 4, 2013
Puasa-Puisi
Jemari telah berubah menjadi lawan
tidak ada satu kalimatpun mampu aku genapkan menjadi tulisan
Perang dingin yang tak kunjung cair
Nonsense
Imajinasiku sedang butuh navigator, barangkali
Mungkin butuh sebuah jeda.
Maklum saja, aku hanya pembual, biarkan bualanku puasa sejenak.
Berharap menjadi bagian dari tulisan yang kau rindukan.
tidak ada satu kalimatpun mampu aku genapkan menjadi tulisan
Perang dingin yang tak kunjung cair
Nonsense
Imajinasiku sedang butuh navigator, barangkali
Mungkin butuh sebuah jeda.
Maklum saja, aku hanya pembual, biarkan bualanku puasa sejenak.
Berharap menjadi bagian dari tulisan yang kau rindukan.
si pencuap yang kehabisan kalimat
Labels:
#bualanhati
Wednesday, September 4, 2013
Puisi yang tak pernah jadi
Dalam sajak yang setengah panjang, dan ditemani aksara yang kerap kaku,
seorang yang pantang menyerah nyaris terkantuk berperang dengan kalimat-kalimat yang minta dirangkai.
'Aku menulis ini untukmu..'
Ia mengetik itu dan tak lama menghapusnya.
Sedetik, dua detik, 5 menit, dan setengah jam,
ia terus berfikir dan akhirnya mulai mengetik kembali,
'Ini aku persembahkan padamu..'
Haaah, lagi-lagi ia menghapus habis semunya tepat pada titik kedua.
Hingga saat ini,
belum ada satu kalimatpun yang pas menurutnya.
Jemari panjang yang sedari tadi melangkah melintasi huruf demi huruf mogok begitu saja,
diam tanpa hasil barang sebatang katapun.
Putus asa,
keinginannya untuk berpuisi padam,
dia menyatakan diri menyerah dan merapikan meja kerjanya.
Membuka ponselnya dan mulai mengetik sesuatu sebelum tertidur,
'Malam ini saya tak dapat menulis apa-apa. Saya cuma bisa bilang saya sayang kamu tanpa banyak basa-basi seperti biasanya..'
Ia menekan tombol send dan badannya tenggelam sudah dikasur,
damai menuju mimpi,
bertemu dengan sang kekasih yang selalu membuatnya kehilangan paragraf-paragraf kata dalam puisinya.
seorang yang pantang menyerah nyaris terkantuk berperang dengan kalimat-kalimat yang minta dirangkai.
'Aku menulis ini untukmu..'
Ia mengetik itu dan tak lama menghapusnya.
Sedetik, dua detik, 5 menit, dan setengah jam,
ia terus berfikir dan akhirnya mulai mengetik kembali,
'Ini aku persembahkan padamu..'
Haaah, lagi-lagi ia menghapus habis semunya tepat pada titik kedua.
Hingga saat ini,
belum ada satu kalimatpun yang pas menurutnya.
Jemari panjang yang sedari tadi melangkah melintasi huruf demi huruf mogok begitu saja,
diam tanpa hasil barang sebatang katapun.
Putus asa,
keinginannya untuk berpuisi padam,
dia menyatakan diri menyerah dan merapikan meja kerjanya.
Membuka ponselnya dan mulai mengetik sesuatu sebelum tertidur,
'Malam ini saya tak dapat menulis apa-apa. Saya cuma bisa bilang saya sayang kamu tanpa banyak basa-basi seperti biasanya..'
Ia menekan tombol send dan badannya tenggelam sudah dikasur,
damai menuju mimpi,
bertemu dengan sang kekasih yang selalu membuatnya kehilangan paragraf-paragraf kata dalam puisinya.
Labels:
#efek kafein
Wednesday, August 14, 2013
Jarak hanya Spasi..
Dalam jarak yang tak mampu ku gapai,
bayangmu masih dapat kusentuh.
Meskipun maya, tapi kau tetap utuh..
Tiap kenangan yang hadir disetiap inci benakku,
membuat ku semakin ingin menghadirkan wujudmu yang mampu ku rengkuh..
Tidak masalah..
Selama kita masih memimpikan hal yang sama,
jarak bisa jadi hanya spasi untuk kita,
spasi yang maha luas..
bayangmu masih dapat kusentuh.
Meskipun maya, tapi kau tetap utuh..
Tiap kenangan yang hadir disetiap inci benakku,
membuat ku semakin ingin menghadirkan wujudmu yang mampu ku rengkuh..
Tidak masalah..
Selama kita masih memimpikan hal yang sama,
jarak bisa jadi hanya spasi untuk kita,
spasi yang maha luas..
Labels:
#bicarajarak
Wednesday, August 7, 2013
Invitasi
Barang kali kata-kataku kaku,
puisiku terlalu menjemukan,
atau aku terlalu banyak celoteh.
Biar sajalah, aku hanya butuh ditemankan.
Mari kesini, kursi kerjaku cukup untuk dibagi berdua,
kita saksikan kata demi kata tumpah bersama-sama.
Aku juga tak keberatan mendengar dengkuran,
ngigauan, atau bahkan ucapan-ucapan setengah sadar.
Aku yakin..
Tiap kali kakiku memapah terlalu tinggi, bayangmu membuat aku duduk disampingmu kembali,
Atau ketika aku sedang terlalu asyik berimajinasi, hadirmu selalu membawaku kembali ke dunia berdimensi.
Emmm...
Bersediakah kau menemaniku menulis tengah malam ini?
puisiku terlalu menjemukan,
atau aku terlalu banyak celoteh.
Biar sajalah, aku hanya butuh ditemankan.
Mari kesini, kursi kerjaku cukup untuk dibagi berdua,
kita saksikan kata demi kata tumpah bersama-sama.
Aku juga tak keberatan mendengar dengkuran,
ngigauan, atau bahkan ucapan-ucapan setengah sadar.
Aku yakin..
Tiap kali kakiku memapah terlalu tinggi, bayangmu membuat aku duduk disampingmu kembali,
Atau ketika aku sedang terlalu asyik berimajinasi, hadirmu selalu membawaku kembali ke dunia berdimensi.
Emmm...
Bersediakah kau menemaniku menulis tengah malam ini?
tertanda
orang yang meminta jantung saat kau kasih hati..
Labels:
#efek kafein
Monday, August 5, 2013
Detik yang ku hitung mundur telah habis tak tersisa,
hanya ada setumpuk kenangan yang siap di tangisi tiap gulungnya.
Raga yang tak dapat saling berdekatan,
jemari yang kini tak mampu bersentuhan,
dan rindu-rindu yang bersahutan.
Ya, kita hanya harus menerimanya,
sambil berjuang meski tertatih keletihan.
Akan ku titip rindu ini kepada seluruh semesta, yang membagi tempatnya untuk dapat kita nikmati bersama.
Selamat berjuang! Untukmu, dan kita
hanya ada setumpuk kenangan yang siap di tangisi tiap gulungnya.
Raga yang tak dapat saling berdekatan,
jemari yang kini tak mampu bersentuhan,
dan rindu-rindu yang bersahutan.
Ya, kita hanya harus menerimanya,
sambil berjuang meski tertatih keletihan.
Akan ku titip rindu ini kepada seluruh semesta, yang membagi tempatnya untuk dapat kita nikmati bersama.
Selamat berjuang! Untukmu, dan kita
Labels:
#bicarajarak
Monday, July 29, 2013
Menanti Fajar
Gadis penuh harap itu menanti fajarnya datang,
menunggu sang malam yang dingin tanpa ampun itu dibungkus kehangatan.
Matanya terkantuk, tapi dia tak peduli,
karena fajarnya masih belum tiba jua.
Ufuk langit masih gulita, renungnya,
mungkin fajar masih bercengkrama dibagian langit lainnya.
Bertanya sanggupkah dia pulang tanpa fajarnya?
sanggupkah dilaluinya malam dingin itu tanpa selimutnya?
Fajar itu datang terlalu terlambat,
dan yang fajar saksikan hanya gadis itu yang sedang terlelap.
Selamat malam,
semoga fajarmu datang tanpa mengurungmu dalam penantian..
menunggu sang malam yang dingin tanpa ampun itu dibungkus kehangatan.
Matanya terkantuk, tapi dia tak peduli,
karena fajarnya masih belum tiba jua.
Ufuk langit masih gulita, renungnya,
mungkin fajar masih bercengkrama dibagian langit lainnya.
Bertanya sanggupkah dia pulang tanpa fajarnya?
sanggupkah dilaluinya malam dingin itu tanpa selimutnya?
Fajar itu datang terlalu terlambat,
dan yang fajar saksikan hanya gadis itu yang sedang terlelap.
Selamat malam,
semoga fajarmu datang tanpa mengurungmu dalam penantian..
Labels:
#roman
Wednesday, July 3, 2013
Genangan Waktu..
Kembalikan aku pada sebuah waktu,
dimana canda mu tumpah dalam peluk ku..
Curahkan aku pada sebuah waktu,
dimana elusan jemarimu ramah membelai pipiku..
Aku terjebak pada kotak, dimana hanya dengan bayang-mu aku bernafas disana..
Aku terjebak dalam dimensi, dimana hanya rasa sakit darimu lah yang menjaga kewarasanku didalamnya..
Izinkan aku menyelinap masuk kedalam pikiranmu,
membangun tempat tinggalku yang sederhana disitu,
mengisi relung benakmu setiap waktu..
Hanya saja waktu seakan enggan mau tau,
seakan waktu tak mengizinkan memutar balik kemudi ku..
Dan aku hidup dalam bayang-bayang waktu,
kalah dalam bayangmu,
merengkuh patah hati ku..
dimana canda mu tumpah dalam peluk ku..
Curahkan aku pada sebuah waktu,
dimana elusan jemarimu ramah membelai pipiku..
Aku terjebak pada kotak, dimana hanya dengan bayang-mu aku bernafas disana..
Aku terjebak dalam dimensi, dimana hanya rasa sakit darimu lah yang menjaga kewarasanku didalamnya..
Izinkan aku menyelinap masuk kedalam pikiranmu,
membangun tempat tinggalku yang sederhana disitu,
mengisi relung benakmu setiap waktu..
Hanya saja waktu seakan enggan mau tau,
seakan waktu tak mengizinkan memutar balik kemudi ku..
Dan aku hidup dalam bayang-bayang waktu,
kalah dalam bayangmu,
merengkuh patah hati ku..

Labels:
#efek kafein
Tuesday, June 25, 2013
Wadah..
Wadah,
aku butuh wadah,
wadah yang menampung perasaanku yang tumpah ruah..
Aku butuh wadah,
wadah yang menerima bualan isi hatiku yang membuncah..
Bersediakah kau jadi wadah?
Perasaan ini membuatku kembung, lalu kenyang,
membawa serta selera makan dan dahagaku menghilang..
Aku dikhianati oleh perasaanku sendiri,
semua terasa anomali, tidak familier,
penuh tipuan, dan keluar dari garis.
Aku butuh wadah, untuk menampung ceritaku yang tak biasa,
untuk menampung keluh kesahku yang tak bisa diterima nalarku sendiri.
Aku hanya butuh wadah-wadah itu..
aku butuh wadah,
wadah yang menampung perasaanku yang tumpah ruah..
Aku butuh wadah,
wadah yang menerima bualan isi hatiku yang membuncah..
Bersediakah kau jadi wadah?
Perasaan ini membuatku kembung, lalu kenyang,
membawa serta selera makan dan dahagaku menghilang..
Aku dikhianati oleh perasaanku sendiri,
semua terasa anomali, tidak familier,
penuh tipuan, dan keluar dari garis.
Aku butuh wadah, untuk menampung ceritaku yang tak biasa,
untuk menampung keluh kesahku yang tak bisa diterima nalarku sendiri.
Aku hanya butuh wadah-wadah itu..

Labels:
#efek kafein
Friday, May 31, 2013
Malam Kelabu Pekat
Senja lebur menjadi malam kelabu
pekat,
membungkus serta rindu, kecewa, dan rasa
tak percaya didalamnya.
Menelan pahitnya sandiwara demi
sandiwara bahagia.
Tak ada satu baitpun kata yang bisa
dimuntahkan,
hanya segaris senyum,
segaris yang
disanggupkan.
Sepertinya patah hati menjadi lumrah,
Lalu lama-lama jadi amarah,
Dan yang tersisa hanya onggokan
perasaan menyerah.
Malam pekat ini dilelehkan oleh
hangatnya cahaya mentari.
Menyisiri keraguan dan gundah hati.
Semoga malam kelabu ini tak ada lagi..
Labels:
#efek kafein
Friday, May 17, 2013
Introspeksi
Tuhan,
aku bukan pen-syukur yang baik.
Dalam sela doaku selalu aku lupa berterimakasih,
yang aku hanya ingat meminta dan mengeluh..
Ayah,
aku bukan anak yang sempurna,
aku terlalu suka menyela,
dan kebaikanmu selalu kupandang sebelah mata..
Ibu,
aku bukan anak yang penurut,
aku terlalu mahir merengut dan sering menuntut..
Diriku sendiri,
aku..
aku bahkan tak mampu mendikte kesalahan-kesalahanku padamu..
Yang menyayangiku,
maaf bila aku terlalu menyebalkan untuk disayangi...
Yang membenciku,
maaf hingga aku menjadi alasan untuk kalian benci...
Tapi,
izinkan aku menjadi tak sia-sia untuk kalian kasihi...
dan teman yang tidak lagi dimusuhi...
Semoga, Tuhan selalu memberkahi kalian dengan dikelilingi oleh keluarga dan orang-orang yang baik.
Dan semoga, kamu terlalu berarti untuk dimusuhi..
aku bukan pen-syukur yang baik.
Dalam sela doaku selalu aku lupa berterimakasih,
yang aku hanya ingat meminta dan mengeluh..
Ayah,
aku bukan anak yang sempurna,
aku terlalu suka menyela,
dan kebaikanmu selalu kupandang sebelah mata..
Ibu,
aku bukan anak yang penurut,
aku terlalu mahir merengut dan sering menuntut..
Diriku sendiri,
aku..
aku bahkan tak mampu mendikte kesalahan-kesalahanku padamu..
Yang menyayangiku,
maaf bila aku terlalu menyebalkan untuk disayangi...
Yang membenciku,
maaf hingga aku menjadi alasan untuk kalian benci...
Tapi,
izinkan aku menjadi tak sia-sia untuk kalian kasihi...
dan teman yang tidak lagi dimusuhi...
Semoga, Tuhan selalu memberkahi kalian dengan dikelilingi oleh keluarga dan orang-orang yang baik.
Dan semoga, kamu terlalu berarti untuk dimusuhi..
Labels:
#lagibijak
Saturday, May 11, 2013
Talk 'bout Hobby part2
Halo reader,
aku mau lampirin beberapa gambar yang baru-baru ini aku gambar. Aku sudah punya sketchbook sekarang \(^-^)/ *merasa keren*
ini foto-fotonya, sorry kalo seandainya jelek yah. Sediain aja obat mata, manatau nanti iritasi. Hehe
Emmmm, emang jelek, gapapa, baru belajar. Semoga senang, dan semoga ga iritasi. Baiklah, oke sip byeeee~
aku mau lampirin beberapa gambar yang baru-baru ini aku gambar. Aku sudah punya sketchbook sekarang \(^-^)/ *merasa keren*
ini foto-fotonya, sorry kalo seandainya jelek yah. Sediain aja obat mata, manatau nanti iritasi. Hehe
| my favorite one |
Emmmm, emang jelek, gapapa, baru belajar. Semoga senang, dan semoga ga iritasi. Baiklah, oke sip byeeee~
Labels:
#edisi pamer gambar
Wednesday, May 8, 2013
Onet
Tau permainan onet kan?
Ini lo:
Ngga cuma permainan, onet juga pembelajaran kehidupan yang kompleks.
#efekonet
Emm, misalnya seperti sebuah hubungan. Pernah merasakan masa pdkt? atau juga masa baru jadian? Itu semua sama dengan new start game onet! Sama-sama mudah (bagi Onet)... dan indah.
Semuanya dijalani dengan senyuman, rasanya segala jalan dipermudahkan, ada banyak sekali persamaan yang dipersatukan, lalu semakin lama, persamaan itu semakin berliku, menjadi rumit untuk diselesaikan, lalu kita harus berusaha semakin keras lagi. Tidak jarang sejauh mata memandang kita hanya menemukan perbedaan perbedaan. Kadang yang tidak bisa menyelesaikannya akan berhenti berusaha ditengah jalan, menyerah, menekan tombol quit dan memulai semua permainannya dari awal, seperti putus, dan mencari yang baru, yang lebih banyak dan mudah mencari persamaannya. Tapi bagi mereka yang tidak gampang menyerah, mereka akan terus berusaha, tidak ingin semuanya sia-sia. Ketika berhasil, mereka akan menghirup aroma kemenangan dimana mana (mana mana, mana mana, mana mana)
Seperti pembelajaran kehidupan. Gambar di Onet itu kita sebut dengan masalah, dan pasangannya adalah penyelesaiannya. Kadang ada masalah yang dengan mudah kita persatukan dengan penyelesaian, tapi ada juga masalah yang harus kita cari penyelesaiannya mati-matian. Setiap levelnya itu seperti tantangan baru pada kehidupan, tapi cara kita menghadapinya masih sama. Kita juga tidak bisa hanya diam, atau menunggu bundadari datang tanpa melakukan apa-apa, karena waktu-waktu kita terbatas, bila terlalu lama...... game over.
Onet mengajari kita sesuatu, setiap masalah, pasti ada penyelesaiannya, sesulit apapun itu, jalanilah dengan senyuman #eaaak
Sekarang, jangan jadikan Onet sebagai permainan biasa, onet lebih dari itu. Hidup Onet! Hidup! Hidup!
Terimakasih Onet, kamu mengajari aku arti kehidupan yang sesungguhnya,
dan kak @fhatikaka!
Bagi yang ingin menikmati sensasi bermain onet, download disini...
http://bit.ly/ZUekso
Welcome to the jungle..... *uu aa*
Ini lo:
Ngga cuma permainan, onet juga pembelajaran kehidupan yang kompleks.
#efekonet
Emm, misalnya seperti sebuah hubungan. Pernah merasakan masa pdkt? atau juga masa baru jadian? Itu semua sama dengan new start game onet! Sama-sama mudah (bagi Onet)... dan indah.
Semuanya dijalani dengan senyuman, rasanya segala jalan dipermudahkan, ada banyak sekali persamaan yang dipersatukan, lalu semakin lama, persamaan itu semakin berliku, menjadi rumit untuk diselesaikan, lalu kita harus berusaha semakin keras lagi. Tidak jarang sejauh mata memandang kita hanya menemukan perbedaan perbedaan. Kadang yang tidak bisa menyelesaikannya akan berhenti berusaha ditengah jalan, menyerah, menekan tombol quit dan memulai semua permainannya dari awal, seperti putus, dan mencari yang baru, yang lebih banyak dan mudah mencari persamaannya. Tapi bagi mereka yang tidak gampang menyerah, mereka akan terus berusaha, tidak ingin semuanya sia-sia. Ketika berhasil, mereka akan menghirup aroma kemenangan dimana mana (mana mana, mana mana, mana mana)
Seperti pembelajaran kehidupan. Gambar di Onet itu kita sebut dengan masalah, dan pasangannya adalah penyelesaiannya. Kadang ada masalah yang dengan mudah kita persatukan dengan penyelesaian, tapi ada juga masalah yang harus kita cari penyelesaiannya mati-matian. Setiap levelnya itu seperti tantangan baru pada kehidupan, tapi cara kita menghadapinya masih sama. Kita juga tidak bisa hanya diam, atau menunggu bundadari datang tanpa melakukan apa-apa, karena waktu-waktu kita terbatas, bila terlalu lama...... game over.
Onet mengajari kita sesuatu, setiap masalah, pasti ada penyelesaiannya, sesulit apapun itu, jalanilah dengan senyuman #eaaak
Sekarang, jangan jadikan Onet sebagai permainan biasa, onet lebih dari itu. Hidup Onet! Hidup! Hidup!
Terimakasih Onet, kamu mengajari aku arti kehidupan yang sesungguhnya,
dan kak @fhatikaka!
Bagi yang ingin menikmati sensasi bermain onet, download disini...
http://bit.ly/ZUekso
Welcome to the jungle..... *uu aa*
Labels:
#efek onet
Monday, April 29, 2013
Diferensiasi sudut-sudut kehidupan kota
Kota yang tidak pernah tidur itu di senandungi carut marut.
Manusia individual, menikmati dunia sendiri, seakan enggan berbagi.
'Bulan tua!' teriak seorang kakek-kakek sambil mengisap cerutu, mengangkat sebelah kakinya dikursi rotan tua yang sama uzur dengan umurnya,
'Tiap hari orang miskin makan ikan asin!' timpal laki-laki paruh baya disebelahnya,
lalu tawa mengepul diikuti asap cerutu, mengangkat kepiluan dua laki-laki bau tanah itu, pura-pura tidak peduli besok akan makan apa..
Pada sorot kehidupan lain, ditempat yang diisi dengan lemari tinggi, berisi kristal-kristal mahal dan sofa empuk,
'kamu terlalu sibuk..' keluh sang istri, sambil merapikan dandanan alisnya,
'tidak apa, kan kalian yang menikmati hasilnya..' jawab sang suami letih,
'tapi kamu jarang nongol, kami seperti pungguk merindukan bulan menanti kamu..', balas sang istri sambil meninggalkan ruang itu,
lalu keadaan berubah sedingin udara tengah kota yang makin larut itu..
Dilain tempat, seorang gadis melamuni nasibnya,
dia mendambakan kota penuh sesak yang dipenuhi menara-menara pencakar langit, memiliki banyak tempat yang bersedia menampung kehadirannya.
Maka dibawanya angan itu terlelap, menjadi bunga tidur yang belum jua terjawab..
Sedang disudut kota yang sepi, gadis pucat pasi duduk berselempa,
menanti tumpangan agar tidak tidur dijalanan,
bersedia makan dari pekerjaan apa saja.
Malam itu ia mensesalkan kepergiannya, betapa dia rindu kampung halamannya yang tak sekejam ibu kota..
Manusia individual, menikmati dunia sendiri, seakan enggan berbagi.
'Bulan tua!' teriak seorang kakek-kakek sambil mengisap cerutu, mengangkat sebelah kakinya dikursi rotan tua yang sama uzur dengan umurnya,
'Tiap hari orang miskin makan ikan asin!' timpal laki-laki paruh baya disebelahnya,
lalu tawa mengepul diikuti asap cerutu, mengangkat kepiluan dua laki-laki bau tanah itu, pura-pura tidak peduli besok akan makan apa..
Pada sorot kehidupan lain, ditempat yang diisi dengan lemari tinggi, berisi kristal-kristal mahal dan sofa empuk,
'kamu terlalu sibuk..' keluh sang istri, sambil merapikan dandanan alisnya,
'tidak apa, kan kalian yang menikmati hasilnya..' jawab sang suami letih,
'tapi kamu jarang nongol, kami seperti pungguk merindukan bulan menanti kamu..', balas sang istri sambil meninggalkan ruang itu,
lalu keadaan berubah sedingin udara tengah kota yang makin larut itu..
Dilain tempat, seorang gadis melamuni nasibnya,
dia mendambakan kota penuh sesak yang dipenuhi menara-menara pencakar langit, memiliki banyak tempat yang bersedia menampung kehadirannya.
Maka dibawanya angan itu terlelap, menjadi bunga tidur yang belum jua terjawab..
Sedang disudut kota yang sepi, gadis pucat pasi duduk berselempa,
menanti tumpangan agar tidak tidur dijalanan,
bersedia makan dari pekerjaan apa saja.
Malam itu ia mensesalkan kepergiannya, betapa dia rindu kampung halamannya yang tak sekejam ibu kota..
Labels:
#efek kafein
Wednesday, April 17, 2013
Kamu itu seperti..
Kamu itu seperti.... musik. selalu punya cara untuk tak jemu aku nikmati..
Kamu juga seperti.... kopi, memiliki sensasi kafein yang membuat aku selalu terjaga untuk bersamamu..
Kamu juga seperti.... kartu kesempatan, penuh tanda tanya, aku ingin selalu tau apa yang ada disebalikmu..
Kamu juga sering kali seperti.. hujan, menguyuriku dengan kesejukan, tapi atmosfirmu selalu aku dambakan..
Kamu juga seperti.. embun, lembut, dan aku selalu ingin merengkuhmu dilingkaran peluk-ku..
Kamu malah seperti... lampu philips, terus terang, terang terus dihatiku..
Tapi, kamu tetaplah kamu, yang aku rindukan tiap menitnya, yang aku nantikan tiap waktunya..
Kamu juga seperti.... kopi, memiliki sensasi kafein yang membuat aku selalu terjaga untuk bersamamu..
Kamu juga seperti.... kartu kesempatan, penuh tanda tanya, aku ingin selalu tau apa yang ada disebalikmu..
Kamu juga sering kali seperti.. hujan, menguyuriku dengan kesejukan, tapi atmosfirmu selalu aku dambakan..
Kamu juga seperti.. embun, lembut, dan aku selalu ingin merengkuhmu dilingkaran peluk-ku..
Kamu malah seperti... lampu philips, terus terang, terang terus dihatiku..
Tapi, kamu tetaplah kamu, yang aku rindukan tiap menitnya, yang aku nantikan tiap waktunya..
Selamat malam,
malam ini kamu bersinar sebenderang dan seteduh bintang,
♥
Labels:
#efek kafein
Sunday, April 14, 2013
Malam bersabit, dan lamunanku
Aku melamuni malam ini,
menatapi bulan yang berteman bintang, berkelip mereka satu satu..
Malam ini juga aku mengaku kalah pada keadaan,
aku...bersimbah air mata, menggeliati nasib.
Telanjur sudah aku menari-nari dijalur yang penuh duri,
dan sekarang, dengan penuh kepiluan aku menikmati luka-lukanya.
Sudah ribuan kali hatiku diperingati,
dan sekarang, aku kalah, aku benar-benar lepas kendali.
Aku telah dibawa berlari terlalu jauh, dan lupa jalan kembali..
Aku telah dibawa berlari terlalu jauh, dan lupa jalan kembali..
Tuhan, maukah kau tarik aku kembali?
Aku ingin kembali dijalurku lagi..
Aku ingin menertawakan hal-hal seperti ini, tidak berada didalamnya.
Izinkan aku, yang merasa amat bersalah ini, memperbaiki kemalanganku,
aku tak mau mengecewakan mereka satu-satu.
Sekarang,
izinkan aku menghapus perasaan ini,
aku sudah terlalu dalam jatuh,
tumpahkanlah aku keluar kembali,
gelayut luka ini tak mau ku telan pahitnya lagi..
malamku telah dipupuskan oleh pengharapan yang terlampau tinggi..
Labels:
#efek kafein
Thursday, April 11, 2013
Talk about hobby?
Usia : 17th kurang 3 bulan
Hobbi : Blogging & gambar
Oke, lupakan soal puisi, sejenis kalimat-kalimat yang disusun akibat efek kafein, sekarang mari bahas tentang hobi aku yang ke-2.
Gambar *jejeng*
Cita-cita besar aku adalah jadi seorang desainner fashion. Jadi, notabene hobbi menggambar, right?
aku bakal share beberapa gambar aku, emang kualitasnya pas-pasan, tapi, gapapa, rasanya senang kalo share disini, dinikmati orang-orang, maaf kalo nanti matanya iritasi, hehe. Thats friend supposed to do, right?
beberapa gambar edisi lama..
| (2011) |
![]() |
| spell my name! |
| hahaha, sepertinya ada ke-typoan but i really like it |
| take me to eifeel, darling! |
beberapa gambar terbaru..
![]() |
| edisi desain gaun, mhihi |
![]() |
| i'll be your umbrella |
![]() |
| the favorite one.. |
| edisi emotion! |
Labels:
#edisi pamer gambar
Tuesday, April 9, 2013
Pilu
Gadis itu dirundung pilu,
hatinya yang malang dipatahkan oleh kasih yang tak berkesampaian..
Rindunya ternyata bertepuk sebelah tangan,
dan cintanya ternyata tak terbalaskan..
Maka dikutipinya remahan-remahan hati itu,
berusaha dia bangkit dari ketidak berdayaan,
menatap nelangsa lelaki yang dia cintai tapi tak mencintainya itu,
lelaki itu tak akan pernah menjadi pasangannya berbagi rindu.
Kini disusurinya jalan demi jalan, bersama remahan hatinya..
Perasaan itu dibiarkannya pergi,
ditiup oleh angin malam dan pudar diguyuri hujan,
Rindunya berbuah lara...
cintanya tak tau mau bermuara kemana...
hatinya yang malang dipatahkan oleh kasih yang tak berkesampaian..
Rindunya ternyata bertepuk sebelah tangan,
dan cintanya ternyata tak terbalaskan..
Maka dikutipinya remahan-remahan hati itu,
berusaha dia bangkit dari ketidak berdayaan,
menatap nelangsa lelaki yang dia cintai tapi tak mencintainya itu,
lelaki itu tak akan pernah menjadi pasangannya berbagi rindu.
Kini disusurinya jalan demi jalan, bersama remahan hatinya..
Perasaan itu dibiarkannya pergi,
ditiup oleh angin malam dan pudar diguyuri hujan,
Rindunya berbuah lara...
cintanya tak tau mau bermuara kemana...
Labels:
#efek kafein
Saturday, March 23, 2013
Keikhlasan pada sebuah kehilangan, yang panjang
Perempuan itu datang dengan pakaian rumah, baju kaus dan rok batik panjang. Dia berdiri didepan pintu rumah kekasihnya, lama tak bergerak. Matanya menatap lurus kearah jasad yang terbujur kaku itu. Di benaknya hadir kenangan demi kenangan, Kamu pergi terlalu cepat, benaknya. Matanya bengkak, nyaris seperti lebam. Setelah semua mata pelayat tertuju padanya, dia munundukkan kepala, dan melangkah masuk kedalam rumah. Batinya kembali berseteru, dia tak sanggup melanjutkan langkahnya lebih dekat ke pembaringan sang kekasih, tapi.. ini bisa jadi kali terakhir ia bisa melepas rindunya, dan juga awal dari luka kehilangan yang dalam, yang akan dalam sekali. Ia maju lagi, mendekat, dan terduduk disitu. Tak ada cukup kekuatan untuknya bicara, dalam bungkamnya ia terisak, meratapi kepergian orang yang ia cintai. Didalam pikirannya hadir senyuman, tawa, canda, keriangan, tangis, risau, dan sekelebit kenangan lain yang disaksikannya dulu, saat jasad dihadapannya itu masih bernyawa. Dengan penuh keberanian, dibukanya kain putih transparan penutup wajah kekasihnya, tangisnya makin menjadi. Wajah tampan itu kini tertidur pulas dalam istirahat abadinya. Bisu tapi tak tuli, dia yakin. Maka dikumpulkannya tenaga, didekatkannya wajahnya dengan jasad itu lalu berbisik, 'Kamu pergi terlalu cepat untukku, tenanglah dalam damai, dan jangan jenuh menantiku. Aku yakin kau mendengarku..'. Dia kembali memundurkan badannya, dan ditutupnya kembali wajah itu dengan kain. Dia memeluk badan jasad itu dan membenamkan muka disana, kembali terisak, tak rela ditinggal pergi sang kekasih lebih dulu. Lama dia mengisak, hingga tangisnya tinggal sedu, diangkatnya kepala, dilihatnya ibu kekasihnya, dan dia tau, dia tak berduka sendirian. Di genggamnya tangan ibu itu, lalu disalaminya, lama, sambil kembali terisak. Dibathinnya dia berkata, maut memisahkan kita, rela atau tidak aku harus bisa menyaksikan kepergianmu, kini aku akan menikmati rinduku, rindu kita, kenanganmu tak-kan padam oleh masa. Lalu dia berdiri, matanya bukan main bengkak, belum pernah dia merasa se-nelangsa ini oleh sebuah kehilangan, yang permanen. Dia pulang, dan bersama langkah kakinya itu, dia merelakan kekasihnya, kembali kerengkuhan sang Kuasa..
Based from true story,
this story dedicated for my cousin Alm.Andre.
rest in piece, borther.
ini adalah kehilangan kami, dia, dan semuanya
Labels:
#roman
Monday, March 18, 2013
Dekade untuk Kita..
Aku menatapmu sambil melamun,
pikiranku bak akar pepohonan yang cabangnya membawaku pada kenangan demi kenangan..
Aku curiga mungkin aku takkan lupa,
bagaimana gelak tawa kita dimuntahkan ke udara
lalu aku merangkul lenganmu sambil memejamkan mata..
adakah sedekade lagi untuk kita bersama-sama?
Aku selalu menjamu hatimu dengan suka cita,
membuka gerbang hatiku untukmu kapan saja..
kalau kalau kau lupa jalan pulangnya,
percayalah, arahmu kemana saja membawamu kesini jua..
Biar saja mereka menghabiskan waktu dengan terus bersama sama,
tapi kita..
kita bersama sama tanpa menghabiskan waktu waktu kita..
Aku yakin kau tau banyak cara,
agar membuat aku tak terjaga lalu bangun dalam keadaan lupa,
ternyata aku tidur di lenganmu sedekade lamanya..
Karena, ada sedekade lagi untuk kita..
pikiranku bak akar pepohonan yang cabangnya membawaku pada kenangan demi kenangan..
Aku curiga mungkin aku takkan lupa,
bagaimana gelak tawa kita dimuntahkan ke udara
lalu aku merangkul lenganmu sambil memejamkan mata..
adakah sedekade lagi untuk kita bersama-sama?
Aku selalu menjamu hatimu dengan suka cita,
membuka gerbang hatiku untukmu kapan saja..
kalau kalau kau lupa jalan pulangnya,
percayalah, arahmu kemana saja membawamu kesini jua..
Biar saja mereka menghabiskan waktu dengan terus bersama sama,
tapi kita..
kita bersama sama tanpa menghabiskan waktu waktu kita..
Aku yakin kau tau banyak cara,
ternyata aku tidur di lenganmu sedekade lamanya..
Karena, ada sedekade lagi untuk kita..
![]() |
| *tumblr* |
Labels:
#efek kafein
Letter for Juliet, your Juliet..
Malam
ini aku duduk dihadapan seorang wanita cantik. Aku baru berani melihatnya
setelah dia mengalihkan perhatiannya kepada buku menu. Aku memperhatikan bagaimana
matanya membaca satu menu lalu pindah kemenu dibawahnya, sampai dia membalikkan
lembarannya. Rambutnya yang hitam jatuh menutup mukanya, dan dia menyisir rambut
itu dengan jemarinya, meletakkan rambut itu kebelakang dan lanjut membaca lagi.
Sadar aku sudah lama tak bergerak menyentuh buku menu itu, dia lalu memindahkan
matanya kepadaku. Kami bertatapan, sebentar mungkin, tapi aku merasa itu
tatapan terlama kami. Dia lalu tersenyum, dan hatiku langsung mencelos, aaaah lega sekali melihat senyum itu..
‘kamu ngga mesan?’
tanyanya,
‘mesen kok, nunggu
kamu dulu..’ jawabku berdalih,
‘aku bingung mau
pesen apa, kamu aja dulu. Mana tau bisa jadi referensi..’
‘ahhh kalau gitu, aku
pesan teh tawar sajalah, dengan pisang goreng ngga pakai apa-apa..’
‘emang enak yah?’
tanyanya sambil memasang tampang bingung, tapi dia seperti percaya,
‘kalau makan sendiri
ngga enak, tapi kalau berdua sama kamu pasti jadi menu paling enak disini..’
jawabku, sambil tersenyum, aku lihat bibirnya menahan senyuman, kata-kataku
berhasil,
‘garing, seriussss
deh, mana yang enak?’ tanyanya, dengan mimik wajah menahan senyum, pura-pura kesal,
aku suka mimik wajahnya yang satu ini, aaaah surga dunia sekali.
Aku lalu memanggil pelayan, dan pelayan itu
bergegas mendatangi meja kami sambil membawa buku catatan dan pulpen, aku memesan
makanan terbaik direstoran itu, dan dia juga mengikutinya.
Sambil
menunggu makanan datang, aku bertanya padanya tentang bagaimana dengan harinya.
Dia menjawabnya, lucunya tangannya pun ikut bercerita, dilemparnya kekiri dan
kekanan, lalu dia cekikikan, aku mengikutinya, sayhdu sekali.
Aku
ingin mendengar dia terus bercerita, jujur aku tak menyimak, tapi aku suka cara
dia bicara, hanya itu alasan aku betah mendengarnya berceloteh. Lalu dia diam,
dan bertanya balik. Aku menceritakan tentang hariku sesingkat mungkin, agar aku
diberi kesempatan untuk mendengarnya bicara lagi. Dia menatapku dengan sebal,
karena jawabanku tak sesuai dengan harapannya. Gusar sekali melihat tatapan
dari wajah malaikat itu, maka aku memulai ceritaku dari awal, mengimbuhkan sedikit
hal-hal lucu dan mimik aneh didalamnya, aku sukses, dia tertawa sampai hampir
tersedak dan terpingkal-pingkal. Menyaksikan dia tertawa seperti itu, aku tiba-tiba
merasa ini magis, dia menghadirkan gelombang kesenangan yang sulit aku
jelaskan. Dia membuatku berhasil menjadi pelawak malam itu, dengan bayaran
paling mahal, yaitu tawanya. Tak sadar makanan kami habis, piring-piring kami
licin, dan suasana restoran mulai menyepi.
Aku
mencium aroma perpisahan menyeruak. Sambil menuju jalan pulang aku tak melepas
genggaman kami. Aku akan mengizinkan dia bergelayut dilenganku sampai aku
renta, dan aku benci harus menanti pertemuan ini lagi dan bertanya kapan aku
bisa kembali berjumpa dengannya. Menanti pertemuan dengan rindu-rindu dan tanda
tanya. Tapi setiap pertemuan ada perpisahan. Sederhananya, rindu selalu hadir
diujung pertemuan ini. Oh Tuhan… kenapa tak kau dekatkan saja dunia kami
berdua?
Tapi
sudahlah, aku menikmati rindu kami, rindu kita. Pertemuan besok dan selanjutnya
adalah harapanku untuk tetap menata langkahku dengan baik, dan menghembuskan
nafas dengan benar. Selamat malam putri, selamat bertemu lagi. Aku adalah
perindu yang paling candu, karena senyum-mu yang luar biasa manis itu.
Akan
senang rasanya, suatu hari aku membuka kertas, dan rangkaian kalimat indah itu
bergelayut didalamnya. Menanti untuk terus dibuka.
Siapapun,
setelah pertemuan kita, buatlah surat seperti ini, untuk dapat ku baca, agar
aku tak merasa sendiri saat bersyukur aku memiliki engkau, yang lebih dari
segalanya.
![]() |
| *googling* |
Labels:
#efek kafein
Tuesday, February 5, 2013
Jangan benci hujan sore ini..
Ini adalah hujan terderas pertama di februari. Aku menikmati bagaimana butir demi butrinya berjatuhan merayapi kulit. Awan gelap menyelimuti matahari yang takut-takut. Dan gemuruh datang sekali-kali berdentum.
Sore ini hanya dihabiskan dikamar. Bertemankan dentingan keras atap meraung ditimpa keroyokan butir hujan. Sesekali guntur ikut meramaikan.
Hujan selalu membawa suasana berbeda, kantuk dan hawa malas. Diam-diam aku berpayungkan khayalan, memangku dagu dan melipat tangan. Hujan selalu membawa imajinasiku lepas landas.
Hujan selalu penuh kenangan. Atmosfirnya selalu didambakan. Hujan kadang diharapkan, kadang pula tak diinginkan. Hujan mempertemukanku pada spektrum warna-warni yang orang bumi sebut pelangi. Dan hujan selalu jadi jembatan penghubung aku dan kamu, oleh rintikan rinduku yang tumbah membasahi bumi padamu.
Jangan benci hujan sore ini..
Hanya jangan, hujan itu adalah rasa rinduku yang dititip lewat mendung, lalu tumpah ruah menjadi butiran demi butiran, yang aku harap selalu engkau dambakan..
Sore ini hanya dihabiskan dikamar. Bertemankan dentingan keras atap meraung ditimpa keroyokan butir hujan. Sesekali guntur ikut meramaikan.
Hujan selalu membawa suasana berbeda, kantuk dan hawa malas. Diam-diam aku berpayungkan khayalan, memangku dagu dan melipat tangan. Hujan selalu membawa imajinasiku lepas landas.
Hujan selalu penuh kenangan. Atmosfirnya selalu didambakan. Hujan kadang diharapkan, kadang pula tak diinginkan. Hujan mempertemukanku pada spektrum warna-warni yang orang bumi sebut pelangi. Dan hujan selalu jadi jembatan penghubung aku dan kamu, oleh rintikan rinduku yang tumbah membasahi bumi padamu.
Jangan benci hujan sore ini..
Hanya jangan, hujan itu adalah rasa rinduku yang dititip lewat mendung, lalu tumpah ruah menjadi butiran demi butiran, yang aku harap selalu engkau dambakan..
![]() |
| *googling* |
Labels:
#efek kafein
Monday, January 28, 2013
Bait-bait untuk Pengganti Mentari
Mari kita menari sambil menyaksikan langit pagi,
yang kemudian temaramlah dia menjadi senja hari..
Mari kita saksikan ribuan burung bersautan iri,
menyaksikan kemesraan yang panjang ini..
Aku takkan melepas genggaman ini,
menunggumu tua hingga kita sama-sama mati,
menyaksikan ribuan kali musim berganti..
Aku takkan menunggumu dengan keluh,
dan akan terus menanti senyum-mu tanpa jenuh..
Kita habiskan malam demi malam,
menjadikan waktu sebagai kawan,
menumpulkan belati yang berniat menyayat kebahagiaan demi kebahagiaan..
Kita berangkulan,
menikmati kerinduan demi kerinduan,
pada jarak yang kadang tak karuan,
meratapi keinginan untuk saling berpelukan..
Kita sudahi usia ini dengan saling bertatapan,
dan kita adalah abadi tak terpisahkan..
Suatu hari,
aku adalah pagi yang kau nanti.
Selamat malam..
Matahari pantas iri, karena dia telah berpengganti..
yang kemudian temaramlah dia menjadi senja hari..
Mari kita saksikan ribuan burung bersautan iri,
menyaksikan kemesraan yang panjang ini..
Aku takkan melepas genggaman ini,
menunggumu tua hingga kita sama-sama mati,
menyaksikan ribuan kali musim berganti..
Aku takkan menunggumu dengan keluh,
dan akan terus menanti senyum-mu tanpa jenuh..
Kita habiskan malam demi malam,
menjadikan waktu sebagai kawan,
menumpulkan belati yang berniat menyayat kebahagiaan demi kebahagiaan..
Kita berangkulan,
menikmati kerinduan demi kerinduan,
pada jarak yang kadang tak karuan,
meratapi keinginan untuk saling berpelukan..
Kita sudahi usia ini dengan saling bertatapan,
dan kita adalah abadi tak terpisahkan..
Suatu hari,
aku adalah pagi yang kau nanti.
Selamat malam..
Matahari pantas iri, karena dia telah berpengganti..
Labels:
#efek kafein
Friday, January 25, 2013
No one... no one.....
When you're expecting on someone...
you find nobody....
you cant reach no one..
Ketika kamu pada situasi kamu-tidak-bisa-sendiri, kamu butuh lengan dan bahu lain agar kamu bisa menyelesaikannya, meskipun dengan cara sederhana. Dan itu adalah dengan mengharapkan orang lain, orang bukan sembarang orang..
Ketika kamu merasa seperti itu dan mengharapkan orang-orang yang bukan sembarang orang itu ada sebagai lengan dan bahu tambahan, lalu mereka tidak ada disana, ditempat yang kamu harapkan, maka apa yang kamu rasakan? Forever alone seperti gambar diatas? that's what I feel.
Rasanya kesel, banget, saat kita yang berharap seseorang untuk jadi moodbooster, yang selalu jadi penyelesai masalah, ngga berada ditempat jaganya, selalu absen pada tugasnya. Rasanya, you have something, but that isnt working, sensasinya akan sama aja dengan yang nggak punya, masalah dibagi dari hati, untuk hati, dan kepada hati sendiri. Dan orang yang diharapin ngga pernah sadar dia lagi diharapin.
Buat apa ada cuma buat senang? cuma buat berbagi tawa? tapi saat kita lagi kepengen berbagi duka dia tidak ada disana? saat kita butuh bahu dan lengannya dia tidak pernah bersedia? Lebih baik tidak sama sekali.
Tidak penting seberapa sederhana caranya membantu, I would appreciate it, more than anything.
Dan kadang penyelesaian yang datang itu tidak datang dari bahu yang diharapkan, tapi malah dari bahu-bahu yang tidak pernah diduga.
Sangat mudah untuk membuat orang menangis terisak-isak, tapi sangat sulit membuat mereka terbahak-bahak..
Saran: Jadilah bahu dan lengan yang baik, yang selalu dan akan selalu ada saat kapanpun dan disituasi apapun.......
you find nobody....
you cant reach no one..
Ketika kamu pada situasi kamu-tidak-bisa-sendiri, kamu butuh lengan dan bahu lain agar kamu bisa menyelesaikannya, meskipun dengan cara sederhana. Dan itu adalah dengan mengharapkan orang lain, orang bukan sembarang orang..
Ketika kamu merasa seperti itu dan mengharapkan orang-orang yang bukan sembarang orang itu ada sebagai lengan dan bahu tambahan, lalu mereka tidak ada disana, ditempat yang kamu harapkan, maka apa yang kamu rasakan? Forever alone seperti gambar diatas? that's what I feel.
Rasanya kesel, banget, saat kita yang berharap seseorang untuk jadi moodbooster, yang selalu jadi penyelesai masalah, ngga berada ditempat jaganya, selalu absen pada tugasnya. Rasanya, you have something, but that isnt working, sensasinya akan sama aja dengan yang nggak punya, masalah dibagi dari hati, untuk hati, dan kepada hati sendiri. Dan orang yang diharapin ngga pernah sadar dia lagi diharapin.
Buat apa ada cuma buat senang? cuma buat berbagi tawa? tapi saat kita lagi kepengen berbagi duka dia tidak ada disana? saat kita butuh bahu dan lengannya dia tidak pernah bersedia? Lebih baik tidak sama sekali.
Tidak penting seberapa sederhana caranya membantu, I would appreciate it, more than anything.
Dan kadang penyelesaian yang datang itu tidak datang dari bahu yang diharapkan, tapi malah dari bahu-bahu yang tidak pernah diduga.
Sangat mudah untuk membuat orang menangis terisak-isak, tapi sangat sulit membuat mereka terbahak-bahak..
Saran: Jadilah bahu dan lengan yang baik, yang selalu dan akan selalu ada saat kapanpun dan disituasi apapun.......
Selamat malam.
Labels:
#edisigalau
Friday, January 11, 2013
Selamat membaca, pangeran..
Puisi untuk seseorang di ujung pelangi..
Ketika sebuah perbedaan..
menyatukan sepasang hati,
hingga terajut sebuah janji,
mengikat erat pada sebuah tali,
dan hati itu saling berbagi..
Mungkin bahagia itu sederhana sekali,
hatimu bertemu dengan hati idamannya,
dan ragamu bertemu dengan raga lainnya,
yang saling ingin berpelukan,
lalu terus menerus berpengangan..
Sepasang mata yang malu..
saat berpapasan pada sepasang mata satu laginya,
saling lari pada pola yang sama..
Pertemuan sederhana..
sesederhana kita saling bersangka-sangka,
sesaat setelahnya kita mulai bereratan bagai sebuah batang jangka..
Kami saling berangkulan,
dan membagi remahan roti kasing sayang dengan cara sederhana..
Dari awal aku sudah curiga..
dia memang tak biasa..
Bahwa dia tiada dua,
bahwa dia adalah seperangkat nasib bahagia oleh sang Kuasa,
dan dia juga berbahwa-kan hal yang sama..
Pelukan hangat dari puluhan kilometer ini,
dilempar ke ujung kerak bumi sana,
yang sedang menjejah mimpi.
Selamat malam, semoga mimpi mu disertai cuplikan wajah milik perempuan muda cantik yang selalu mendambakanmu..
Ketika sebuah perbedaan..
menyatukan sepasang hati,
hingga terajut sebuah janji,
mengikat erat pada sebuah tali,
dan hati itu saling berbagi..
Mungkin bahagia itu sederhana sekali,
hatimu bertemu dengan hati idamannya,
dan ragamu bertemu dengan raga lainnya,
yang saling ingin berpelukan,
lalu terus menerus berpengangan..
Sepasang mata yang malu..
saat berpapasan pada sepasang mata satu laginya,
saling lari pada pola yang sama..
Pertemuan sederhana..
sesederhana kita saling bersangka-sangka,
sesaat setelahnya kita mulai bereratan bagai sebuah batang jangka..
Kami saling berangkulan,
dan membagi remahan roti kasing sayang dengan cara sederhana..
Dari awal aku sudah curiga..
dia memang tak biasa..
Bahwa dia tiada dua,
bahwa dia adalah seperangkat nasib bahagia oleh sang Kuasa,
dan dia juga berbahwa-kan hal yang sama..
Pelukan hangat dari puluhan kilometer ini,
dilempar ke ujung kerak bumi sana,
yang sedang menjejah mimpi.
Selamat malam, semoga mimpi mu disertai cuplikan wajah milik perempuan muda cantik yang selalu mendambakanmu..
Labels:
#efek kafein
Subscribe to:
Posts (Atom)
















.jpg)