cewe : Sayang, boleh aku bertanya tentang masalalu?
cowo : Apapun yang ingin kamu tau
cewe : Ceritakan tentang kekasih terkhir kamu sebelum aku..
cowo : Dia adalah wanita yang baik, dia dibentengi iman yang kuat, sosok yang mulia sekali. Ketika dia bicara, suaranya seperti dawaian angin. Dia tidak pernah meminta apapun. Dia mengagumkan.
sang pacar mulai berubah warna mukanya, matanya berkaca kaca dan bersikap dingin
cewe : Apa dia sesempurna itu?
cowo : Kesempurnaan hanya milik penciptanya, sayang..
cewe : Apa itu akhir ceritanya?
cowo : Tidak..
cewe : Ceritakan padaku lagi..
cowo : Sayang dia bukan orang yang pas untuk disebut kekasih yang sempurna. Dia membuktikan bahwa dia tidak terlalu mulia sebagai manusia biasa. Dia memilih opergi meninggalkanku dengan balutan luka, bersama orang pilihannya..
cewe : Apa kamu memaafkannya?
cowo : Tuhan saja bisa memaafkan, masa kita tidak..
cewe : Apa kalau dia memintamu kembali kamu menerimanya?
cowo : Hidup adalah pilihan, tapi pilihan dan kesempatan tidak datang dua kali. Tentu saja aku akan melihat kedepan. Masa depanku jauh lebih indah dari pada masalalu. Sekarang, aku bahkan tidak ada alasan untuk mengedip sedetikpun. Aku tak mau melihat kamu lenyap dari penglihatanku..
cewe : Benarkah?
cowo : Apakah mata ini bicara bohong?
sang gadis terkekeh, wajahnya merah
No comments:
Post a Comment