Gadis penuh harap itu menanti fajarnya datang,
menunggu sang malam yang dingin tanpa ampun itu dibungkus kehangatan.
Matanya terkantuk, tapi dia tak peduli,
karena fajarnya masih belum tiba jua.
Ufuk langit masih gulita, renungnya,
mungkin fajar masih bercengkrama dibagian langit lainnya.
Bertanya sanggupkah dia pulang tanpa fajarnya?
sanggupkah dilaluinya malam dingin itu tanpa selimutnya?
Fajar itu datang terlalu terlambat,
dan yang fajar saksikan hanya gadis itu yang sedang terlelap.
Selamat malam,
semoga fajarmu datang tanpa mengurungmu dalam penantian..

No comments:
Post a Comment