puisiku terlalu menjemukan,
atau aku terlalu banyak celoteh.
Biar sajalah, aku hanya butuh ditemankan.
Mari kesini, kursi kerjaku cukup untuk dibagi berdua,
kita saksikan kata demi kata tumpah bersama-sama.
Aku juga tak keberatan mendengar dengkuran,
ngigauan, atau bahkan ucapan-ucapan setengah sadar.
Aku yakin..
Tiap kali kakiku memapah terlalu tinggi, bayangmu membuat aku duduk disampingmu kembali,
Atau ketika aku sedang terlalu asyik berimajinasi, hadirmu selalu membawaku kembali ke dunia berdimensi.
Emmm...
Bersediakah kau menemaniku menulis tengah malam ini?
tertanda
orang yang meminta jantung saat kau kasih hati..
No comments:
Post a Comment