Puisi untuk seseorang di ujung pelangi..
Ketika sebuah perbedaan..
menyatukan sepasang hati,
hingga terajut sebuah janji,
mengikat erat pada sebuah tali,
dan hati itu saling berbagi..
Mungkin bahagia itu sederhana sekali,
hatimu bertemu dengan hati idamannya,
dan ragamu bertemu dengan raga lainnya,
yang saling ingin berpelukan,
lalu terus menerus berpengangan..
Sepasang mata yang malu..
saat berpapasan pada sepasang mata satu laginya,
saling lari pada pola yang sama..
Pertemuan sederhana..
sesederhana kita saling bersangka-sangka,
sesaat setelahnya kita mulai bereratan bagai sebuah batang jangka..
Kami saling berangkulan,
dan membagi remahan roti kasing sayang dengan cara sederhana..
Dari awal aku sudah curiga..
dia memang tak biasa..
Bahwa dia tiada dua,
bahwa dia adalah seperangkat nasib bahagia oleh sang Kuasa,
dan dia juga berbahwa-kan hal yang sama..
Pelukan hangat dari puluhan kilometer ini,
dilempar ke ujung kerak bumi sana,
yang sedang menjejah mimpi.
Selamat malam, semoga mimpi mu disertai cuplikan wajah milik perempuan muda cantik yang selalu mendambakanmu..
No comments:
Post a Comment