Thursday, February 20, 2014

Ritme dan Nada

Tidak ada yang lebih benar dari pada musik.
Dan selera.
Begitu menurut kacamata mereka.

Mereka itu adalah sepasang yang banyak bual,
mereka dapat tertawa terpingkal-pingkal hingga sengal.
Sungai kata mereka seakan tak pernah kering.

Yang lelaki..
Mahir bermain alat musik apa saja.

Dan wanitanya..
Tau musik dari sisi mana saja.

Musik adalah salah satu alasan mereka tetap ingin hidup,
sedang alasan lainnya adalah mereka sendiri.

...
Teras mereka tidak pernah hening,
kau akan mendengar musik dari abad kapan saja.
Seperti kebiasaan menyeduh kopi santai sore-nya.

Rumah mereka tidak pernah absen dari debu.
Kau akan dipengapkan oleh alat musik berbagai rupa.
Bisa saja dipanggil museum serbaguna.

Musik bagi mereka adalah filosofi.
Musik adalah nutrisi.
Musik adalah antibiotik.
Dan musik adalah aphrodite.

Mereka mecintai satu sama lain tanpa jeda,
saling beriringan bagai ritme dan nada,
dan terus pada tempo yang tak pernah berbeda.
Berharap cintanya seperti musik, yang takkan pernah tenggalam oleh zaman yang menelannya.

Googling



No comments:

Post a Comment