Thursday, December 4, 2014

Karena kau tidak sederhana

kau hadir dalam bentuk yang tidak sederhana
ku terima kau dalam keadaan yang tidak aku duga

hanya sekedar mata.
lalu semuanya berubah, dan dengan senang hati aku hilang arah

setiap kali kau menyapa, dimensiku ku berbeda


semalaman aku terjaga,
sibuk menimbang rasa.

segala upaya telah ku coba,
tapi nurani ku menolak lupa, meski pikiranku muntah-muntah memaksa

kini bukan hanya bentukmu saja, kehadiranmu membuat semuanya makin tak sederhana

aku tak bisa berlama-lama,
pilihannya hanya dua
sekarang atau lain kali saja.


kalau begitu marilah melangkah,
menyibak angan untuk merengkuhmu, walau hanya sekedar bayang..
karena kita bicara soal realita--







ya, aku sudah lupa.
tadi kita bicara apa?




No comments:

Post a Comment