betapa ini benar-benar kejutan,
menyadari kita saling berselimutan, menarik kehangat dalam satu gulungan,
mendengarmu mendengkur, sungguh mendengur tidak pernah terdengar semerdu itu seingatku.
lalu aku tertidur, dengan kepalaku tepat didadamu, sampai tanganmu kelelehan, dan aku dibangunkan.
lalu sebentar sebentar diam memenjara kita,
kembali pada sangkar masing-masing. jadi batu.
secepat itu kita berubah tidak saling kenal.
seperti kejutan, kau benar benar kejutan..
aku ingin tenggelam, dalam diemensi dimana waktu berhenti,
dimana kau masih disana dan tidak berubah jadi batu, bulu, atau benda mati yang tidak membalas geli-geli dalam hatiku. aku ingin kau ikut menikmati dimensi mati itu, bersama. kuyup dan basah olehnya.
aku ingin kau menggapai-gapai kearahku, dan aku bisa janji tanpa kau harus menunggu aku akan meraihnya.
kalau memang memilikimu adalah dosa, biarkan aku sengsara, menikmati sepenggal demi sepenggal kedurhakaanku.
No comments:
Post a Comment